Selasa, 10 Juni 2014

Keringatku kehidupan KeluargaKu

            Peluh kesah yang dia rasakan selama ini, membuat Taufik (44) bekerja sebagai Cleaning Service pada bagian Kantin di sebuah Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Beliau sendiri memiliki 1 keluarga kecil yang bertempat di daerah kembang kuning, di mana lokasi ini sangat terkenal dengan makam warga etnis tionghoa dan warga surabaya yang pada umumnya beragama Kristen.
            Kegiatan sehari – hari keluarga kecil yang di bina oleh taufik dengan istrinya adalah mengantar anak – anak nya ke sekolah lalu bekerja masing – masing. Kehidupan keras di surabaya ini membuat taufik dan istrinya bekerja sama untuk menghidupi ke tiga orang anak nya yang masih duduk di bangku sekolah. Dengan gaji yang di bawah Upah Minimum Regoinal kota Surabaya, membuat bapak 3 orang anak ini memutar otaknya dengan cara mencari ceperan, dengan cara mencari botol – botol plastik yang ada di sekitar kantin UKWMS. Ceperan yang beliau dapatkan, tidak lantas langsung di buang begitu saja, tetapi beruntungnya, penadah yang biasa mengambil botol – botol plastik bekas yang ada di WM ini datang setiap pukul 5 – 6 sore.
            Pekerjaan yang beliau kerjakan adalah sebagai penanggung jawab, kebersihan kantin UKWMS, beliau bekerja di kantin ini sejak tahun 2009. Dan bliau sempat berkata bahwa beliau tidak akan mengganti pekerjaan nya untuk kedepan. Karena menurut penuturan yang beliau tuturkan “saya bekerja di sini karena di ajak saudara saya mas, awalnya saya tidak bekerja. Kehidupan keluarga saya di topang oleh mertua saya. Saya sendiri saja sekarang tinggal di rumah mertua saya, sebenarnya saya malu. Tetapi mau bagaimana lagi mas? Demi menghidupi keluarga saya, akan saya lakukan semua yang bisa saya lakukan untuk yang terbaik bagi keluarga saya.
            Dengan bekerja di kantin UKWMS ini, beliau bisa bekerja dengan jam kerja dari jam 7 pagi hingga 3 Sore, beliau juga menganggap bahwa  bekerja di kantin membuat nya serasa berada di rumah ke dua nya. Beliau bekerja tidak menentu waktu. Tetapi beliau lebih wering pulang pukul 7 malam. Dan itupun dia tidak digaji oleh pihak universitas sendiri, tetapi apabila ada salah satu fakultas yang meminta tolong jasa beliau untuk membersihkan sampah – sampah yang menumpuk. Beliau tetap mau dan biasa nya beliau bisa mendapatkan gaji yang berkisar antara 50 – 200 ribu.
            Berdasarkan wawancara yang kami dapatkan, dia mengatakan bahwa. Kebanyakan dia tidak suka melihat mahasiswa yang pekerjaannya membuat kantin menjadi kotor dan membuat meja kantin menjadi kotor dengan saus atau bumbu – bumbu masakan yang tumpah di meja. Ini membuat pekerjaan nya menjadi 2 kali lipat dari biasanya. Suka duka dia bekerja sebagai penanggung jawab di kantin UKWMS ini adalah dia bisa bertemu dengan banyak orang baru yang berada di WM ini, dia juga lebih suka dengan bekerja bersama teman – teman sejawatnya yang bekerja sama di bagian kantin UKWMS ini. Duka yang dia alami selama ini adalah, ada salah seorang mahasiswa yang di tegur dengan bahasa halus, tetapi respon yang di dapat oleh Taufik, benar – benar tidak pernah dia bayangkan. Dia malah di semprot oleh cacian maki dari mahasiswa tersebut.
            Terlebih dia pernah mengalami di kata – katai oleh mahasiswa yang pernah mengalami kejadian tentang barang hilang di kantin ini. Tidak sedikit mahasiswa yang lebih banyak memperlakukan dirinya dengan kasar,

Dengan umur nya yang hampir menyentuh umur paruh baya, beliau tetap bersikukuh bahwa pekerjaan nya ini  tetap bisa menghidup keluarganya, bagaimana tidak. Pekerjaan yang telah memenuhi ekonomi keluarganya itu mau tidak mau tetap harus dia lakukan, karena dengan itu. Dia bisa melanjutkan kehidupan ekonomi keluarganya dan kehidupan ekonomi keluarganya sendiri.

Di susun oleh
Alvin Setiawan Jusuf 1423012071
Debora Imaculata     1423012077
Senia Septembers     1423012105
Leonardo Giovani     1423012137
Andini Irmalia           1423012156

Tidak ada komentar:

Posting Komentar