Kegiatan sehari – hari keluarga
kecil yang di bina oleh taufik dengan istrinya adalah mengantar anak – anak nya
ke sekolah lalu bekerja masing – masing. Kehidupan keras di surabaya ini
membuat taufik dan istrinya bekerja sama untuk menghidupi ke tiga orang anak
nya yang masih duduk di bangku sekolah. Dengan gaji yang di bawah Upah Minimum
Regoinal kota Surabaya, membuat bapak 3 orang anak ini memutar otaknya dengan
cara mencari ceperan, dengan cara
mencari botol – botol plastik yang ada di sekitar kantin UKWMS. Ceperan yang beliau dapatkan, tidak
lantas langsung di buang begitu saja, tetapi beruntungnya, penadah yang biasa
mengambil botol – botol plastik bekas yang ada di WM ini datang setiap pukul 5 –
6 sore.
Pekerjaan yang beliau kerjakan
adalah sebagai penanggung jawab, kebersihan kantin UKWMS, beliau bekerja di
kantin ini sejak tahun 2009. Dan bliau sempat berkata bahwa beliau tidak akan
mengganti pekerjaan nya untuk kedepan. Karena menurut penuturan yang beliau
tuturkan “saya bekerja di sini karena di
ajak saudara saya mas, awalnya saya tidak bekerja. Kehidupan keluarga saya di
topang oleh mertua saya. Saya sendiri saja sekarang tinggal di rumah mertua
saya, sebenarnya saya malu. Tetapi mau bagaimana lagi mas? Demi menghidupi keluarga
saya, akan saya lakukan semua yang bisa saya lakukan untuk yang terbaik bagi
keluarga saya.”
Dengan bekerja di kantin UKWMS ini,
beliau bisa bekerja dengan jam kerja dari jam 7 pagi hingga 3 Sore, beliau juga
menganggap bahwa bekerja di kantin
membuat nya serasa berada di rumah ke dua nya. Beliau bekerja tidak menentu
waktu. Tetapi beliau lebih wering pulang pukul 7 malam. Dan itupun dia tidak
digaji oleh pihak universitas sendiri, tetapi apabila ada salah satu fakultas
yang meminta tolong jasa beliau untuk membersihkan sampah – sampah yang
menumpuk. Beliau tetap mau dan biasa nya beliau bisa mendapatkan gaji yang
berkisar antara 50 – 200 ribu.
Berdasarkan wawancara yang kami
dapatkan, dia mengatakan bahwa. Kebanyakan dia tidak suka melihat mahasiswa
yang pekerjaannya membuat kantin menjadi kotor dan membuat meja kantin menjadi
kotor dengan saus atau bumbu – bumbu masakan yang tumpah di meja. Ini membuat
pekerjaan nya menjadi 2 kali lipat dari biasanya. Suka duka dia bekerja sebagai
penanggung jawab di kantin UKWMS ini adalah dia bisa bertemu dengan banyak
orang baru yang berada di WM ini, dia juga lebih suka dengan bekerja bersama
teman – teman sejawatnya yang bekerja sama di bagian kantin UKWMS ini. Duka
yang dia alami selama ini adalah, ada salah seorang mahasiswa yang di tegur
dengan bahasa halus, tetapi respon yang di dapat oleh Taufik, benar – benar tidak
pernah dia bayangkan. Dia malah di semprot
oleh cacian maki dari mahasiswa tersebut.
Terlebih dia pernah mengalami di
kata – katai oleh mahasiswa yang pernah mengalami kejadian tentang barang
hilang di kantin ini. Tidak sedikit mahasiswa yang lebih banyak memperlakukan dirinya
dengan kasar,
Dengan
umur nya yang hampir menyentuh umur paruh baya, beliau tetap bersikukuh bahwa
pekerjaan nya ini tetap bisa menghidup
keluarganya, bagaimana tidak. Pekerjaan yang telah memenuhi ekonomi keluarganya
itu mau tidak mau tetap harus dia lakukan, karena dengan itu. Dia bisa
melanjutkan kehidupan ekonomi keluarganya dan kehidupan ekonomi keluarganya
sendiri.
Di susun oleh
Alvin Setiawan Jusuf 1423012071
Debora Imaculata 1423012077
Senia Septembers 1423012105
Leonardo Giovani 1423012137
Andini Irmalia 1423012156
Tidak ada komentar:
Posting Komentar